Naskah Kuno Minangkabau

Opini Singgalang 22 Januari 2008

Oleh Fachrul Rasyid HF

Setelah rendang Minang dipatenkan sebagai makanan asli Malaysia, pada gilirannya naskah karya intlektual, termasuk karya satra lisan dan tulisan kuno Minang akan diklaim sebagai karya budaya Malaysia.

Kemungkinan cukup beralasan. Penelitian oleh Fakultas Sastra Universitas Andalas (Unand) menemukan bahwa sejak tahun 1984 silam beberapa naskah kuno Minang telah dicuri atau dibeli secara ilegal oleh peneliti Malaysia. Mereka datang sebagai wisatawan, lalu, keluar masuk kampung atau membelinya lewat pedagang barang antik di kota Padang, Bukittinggi, atau Batusangkar.

Naskah kuno mudah mereka dapatkan karena pewaris naskah seperti ahli waris syekh, ulama atau para penghulu adat yang berpengaruh di zamannya jarang yang tahu apa isi, manfaat atau kegunaan nasakah tersebut. Kadang dianggap barang terbuang. Kalaupun dipelihara lebih karena benda pusaka atau dianggap punya kekuatan magis.

Harga naskah tergantung sejauh mana barang itu dihargai dan dipelihara pemegangnya. Atau tergantung jumlah lembaran nasakh. Ada yang dihargai Rp 3 juta per naskah dan ada yang ditawar sampai Rp 150 juta, untuk 30 lembar naskah. Naskah kuno karya tangan itu berhuruf Arab, sebagian berbahasa Melayu dan Arab, dibuat sekitar abad 17 dan ke 18.

Menurut M. Yusuf, dosen Fakultas Sastra Unand beberapa yang sudah berpindah tangan adalah naskah Ilmu Tata Bahasa Arab (Nahu dan Sharaf), Ilmu Fikih dan Ilmu Thariqah. Kemudian pepatah petitih, atau pribahasa Minang, pantun, dan hikayat-hikayat. Sebagian sudah dialihbahasakan ke bahasa Melayu Malaysia.

Juga naskah kuno iluminasi berisikan berbagai lukisan dan gambar hiasan pinggir buku.

Naskah kuno Undang-Undang Minangkabau, berisi aturan bermasyarakat di Minangkabau, misalnya dibeli peneleiti Malaysia dari seseorang di Kelurahan Balaigurah, Bukittinggi, tahun 1984. Kemudian diubah ke tulisan Latin oleh Prof. Dr. Umar Yunus, guru besar ilmu sastra University Malaya, asal Silungkang Sumatera Barat. Kini naskah itu sudah jadi koleksi Perpustakaan Nasional Malaysia.

Padahal naskah kuno itu sangat besar artinya. Selain jadi rujukan nilai-nilai sosial adat budaya dan bukti sejarah Minang masa lalu, naskah kuno itu sekaligus membantah bahwa orang Minang yang selama ini dianggap cuma punya tradisi lisan, terbukti sudah memiliki tradisi menulis sejak berabad-abad silam.

Pertanyaan, kenapa Malayisa getol mengumpulkan naskah kuno Minangkabau atau daerah Melayu di Nusantara ini, tampaknya terkait ambisi menjadikan Malaysia sebagai pusat Melayu dan pusat Islam Asia Tenggara sejalan gerakan Dunia Melayu Dunia Islam. Sehingga akhirnya, siapapun yang mau belajar Islam dan Melayu harus belajar di Malasyia.

Dan, orang Minang yang mau belajar tentang Minangkabau, seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa dari Sumatera Barat beberapa tahun belakangan, tentu juga harus belajar ke Malaysia.

Tampaknya Pemda, DPRD provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat Minang di kampung atau di rantau, perlu segera mengambil langkah melindungi naskah-nasakh tersebut. Jika tidak, Minangkabau akan kehilangan refrensi tentang masa lalu dan tentang budayanya sendiri.

Kekhawatiran itu kini sudah di depan mata. Menurut Yusuf, kini sebanyak 371 manuskrip Minangkabau sudah berada di luar Sumatera Barat. Antara lain, 261 berada di Belanda, 12 naskah di Inggris, 19 naskah di Jerman Barat. Sebanyak 78 naskah berada di Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Beberapa yang tersisa di tangan penduduk, diperebutkan Fakultas Sastra Universitas Andalas, Museum Daerah dan pemburu dari Malaysia itu. Fakultas Sastra dan museum tampaknya kalah kuat karena keterbatasan dana. Artinya, jika orang Minang terlambat bertindak, bukan mustahil Minangkabau akhirnya hanya tinggal cangkang yang telah ditinggalkan siput penghuninya. (*)

Iklan

2 Balasan ke Naskah Kuno Minangkabau

  1. infogue berkata:

    Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/seni_budaya/naskah_kuno_minangkabau/

  2. kun berkata:

    Saya memiliki naskah kuno, dari sumbar, menurut cerita katanya ditulis oleh salah seorang pejabat dari kerajaan pagaruyung, tulisannya menggunakan huruf arab minang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: