Selamat Datang Kajati Baru

Komentar Singgalang 13 November 2008

Oleh Fachrul Rasyid HF

Tadi malam (13/11/2008) kemarin, dilangsungkan acara pisah sambut antara Kajati Sumbar yang baru Sution Usman Adji dan Kajati lama Winardy Darwis, SH,. Itu berarti Kajati yang baru bakal memulai tugasnya di daerah. Sebenarnya, bagi Sution, Sumbar bukan daerah baru. Tahun 1995 dan 1996 ia pernah menjabat Kajari Painan.

Begitupun kita pantas mengucapkan selamat datang di Ranah Minang. Pertama, karena kehadirannya kini sebagai Kajati Sumatera Barat tentulah karena ia dulu dinilai sukses di Painan. Kedua, karena pernyataannya saat menjawab wartawan begitu tiba di bandara BIM Senin 3 November 2008 lalu, cukup simpatik. Katanya, dalam bertugas ia tidak akan mencari-cari kesalahan orang.(Singgalang, 4/11-08).

Pernyataan Kajati bisa dipercaya sebagai sebuah komitmen integritas dalam penegakkan hukum di daerah ini. Dan, itu akan dipegang erat masyarakat sesuai pepatah adatnya, “kerbau yang dipegang adalah talinya, orang yang dipegang adalah ucapannya”.

Lagi pula, mencari kesalahan dan mencari-mencari kesalahan adalah dua hal yang berbeda dan bahkan bertolak belakang. Mencari kesalahan orang merupakan tugas kejaksaan. Jika tak mencari dan tak menemukan kesalahan tentu pengawasan dan penaggak hukum takakan pernah terlaksana dengan baik.

Sebaliknya mencari-cari kesalahan identik dengan mengada-ada atau dibuat-buat. Dan, itu merupakan perbuatan melawan hukum yang kontradiksi dengan upaya penegakkan hukum. Maka, bisa dimengerti kalau pernyataan Kajati dianggap angin segar penawar kegerahan pencari keadilan selama ini. Soalnya, fakta tentang sejumlah perkara yang ditangani kejaksaan di daerah ini menunjukkan perbedaan makna kata mencari dan mencari-cari kesalahan itu.

Sebut misalnya perkara korupsi SK. Boentoro, investor teknologi pertanian di Pesisir Selatan. Meski Boentoro divonis bebas murni, dan kejaksaan dihukum membayar kerugian Rp 7,3 milyar, tapi investasi sekitar Rp 14 milyar yang sempat memberi harapan hidup ratusan petani hancur binasa.

Tady Antoni pengusaha kayu yang sempat ditahan atas dakwaan penggelapan pajak juga divonis bebas. Begitu juga terdakwa korupsi Ridwan Sritubui mantan Sekada Mentawai, dr. Ali Marajo mantan Bupati 50 Kota yang divonis bebas. Yumler Lahar mantan Walikota Solok yang empat tahun jadi tersangka kemudian di-SP3-kan karena tak adanya bukti korupsi. Pekan lalu giliran mantan Bupati Tanah Datar Musriadi Martunus dibebaskan hakim.

Tampaknya bakal menyusul terdakwa Zamri dan Mirwan Pulungan, mantan Plt Bupati dan mantan ketua Bappeda Pasaman Barat. Karena dakwan korupsi yang digelar di PN Padang tak menyentuh perbuatan melawan hukum, merugikan keuangan negara atau memperkaya orang lain. Begitu pula Suhir Nur, mantan Kepala Dinas Pertanian karena bibit kakao yang dituduh digelapkannya kini sudah dipanen petani.

Kita percaya Kajati Sution Usman Adji tidak akan mencar-cari kesalahan. Karena, selain akan menguras waktu, tenaga dan membuat korban menderita kerugian moril dan materil juga akan merusak citra penegak hukum. Lagi pula, sejumlah bengkalai yang ditinggalkan Kajati lama masih perlu dirampungkan.

Antara lain, pengusutan lima kepala daerah yang diduga terlibat korupsi yang diumumkan Kejati secara resmi saat jumpa pers Hari Bhakti Adhyaksa 21 Juli 2008. Yaitu Solok, Mentawai, Sawalunto, Bukittinggi dan Padang. Yang terakhir ini malah makan korban. Kajarinya dicopot dari jabatan karena, kata Kajati, lalai merampungkan pengusutan.

Pernyataan Kajati itu seolah jadi papan pengumuman di seantero Sumatera Barat karena esoknya dimuat jadi berita utama di semua media terbitan Padang. Kini sudah tiga bulan berlalu belum ada perkembangan. Apakah Kajari Padang akan diganti lagi, belum ada penjelasan. Seandainya tak berlanjut, pernyataan Kajati lama itu tentu akan dianggap sebuah pembohongan publik.

Jadi, Kajati baru memang tak akan mencari-cari kesalahan. Kesalahan yang sudah diumumkan itu saja diteruskan ke pengadilan jelas akan berarti bagi kepastian peneggak hukum di daerah ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: