Pemerintahan Sebatang Tebu

Oleh Fachrul Rasyid HF

Refleksi Haluan Kamis 4 Juni 2009

Setiap akhir tahun anggaran para kepala pemerintahan di tiap tingkatan, seperti yang dilakukan Gubernur di DPRD Sumatera Barat sampai Senin 1 Juni 2009 lalu, selalu memberikan laporan (keterangan) pertanggungjawaban. Presiden kepada DPR-RI, Gubernur kepada  DPRD provinsi dan bupati/walikota kepada DPRD kabupaten/kota. Kadang, proses pengesahan laporan itu terdengar alot, toh akhirnya lolos dan diterima.

Seperti diketahui, pertanggungjawaban itu berupa realisasi APBN/APBD dan laporan pelaksanaan anggaran untuk berbagai program yang dikelola tiap departemen atau SKPD.

Maka, setelah semua item pendapatan dan belanja dijelaskan, kemudian dilengkapi dengan laporan administrasi realisasi program, laporan pertanggujawaban itu pun dianggap memenuhi harapan.

Sampai di situ kelihatannya roda pemerintahan sudah berjalan dengan benar dan baik. Mungkin karena itu DPR atau DPRD tak lagi berusaha menyoa apakah laporan tersebut sesuai kenyataan di tengah-tengah rakyat. Padahal, banyak terjadi laporan itu berbeda dengan kenyataan di lapangan.

Sebut misalnya, investasi pemerintah provinsi untuk pengembangan pariwisata di kabupaten/kota. Bangunan-bangunan yang diivestasi provinsi itu diperlakukan seolah  barang tak bertuan, tak terurus dan tak terpelihara sehingga tak efektif mencapai sasaran.

Begitu pula investasi provinsi untuk peningkatan ekonomi rakyat, seperti pembagian bibit kakao, jagung dan padi. Malah ada kabupaten/kota yang tak menyediakan anggaran/ program APBD untuk menampung dan mengembangkan prgoram tersebut sehingga investasi  provinsi itu hanyut begitu saja. Hal serupa juga ditemukan pada investasi untuk perbaikan ekonomi maupun kesejahteraan rakyat. Padahal, kalau jujur dilaksanakan penyelenggaraan pendidikan gratis SD/SMP, pembuatan akta kelahiran dan KTP sudah dapat digratiskan sejak tiga tahun silam.

Kenapa terjadi perbedaan laporan kepala pemerintahan dan kenyataan di lapangan? Jika dicermati, rupanya selama sepuluh tahun Reformasi dan Otonomi daerah, pemerintahan di negeri ini tak ubahnya sebatang tebu. Tiap ruas menunjukkan manisnya masing-masing dan makin ke ujung makin hambar. Akibatnya, meski anggaran dan program terus berjalan, kesejahteraan rakyat makin jauh dari sasaran.

Konkretnya, pemernitah di tiap tingkatan, hanya berkutat sebatas realisasi APBN/APBD dan program-program masing-masing. Pemerintah pusat memberikan  pertanggungjawaban sebatas anggaran dan program yang diluncurkannya ke provinsi. Provinsi memberikan pertanggungjawaban sebatas anggaran dan program yang diluncurkannya ke kabupaten/  kota. Selanjutnya kabupaten/kota berbuat sekenanya kepada rakyat.

Begitulah, kenapa laporan Presiden SBY tentang pengurangan kemiskinan atau pengangguran sering bertolak belakang dengan kenyatan di lapangan. Dilaporkan terjadi  peningkatan produksi dalam negeri dan angka ekspor tapi realitanya utang luar negeri malah bertambah. Dan itu menjadi salah satu kelemahan mendasar pemerintahan sekarang.

Aneh, memang. Meski sudah ada berbagai ketentuan perundang-undangan yang mengatur mekanisme kontrol antara pusat ke provinsi, provinsi ke kabupaten kota, namun aplikasinya nyaris tak ada. Tak heran kalau sejauh ini kita tak pernah mendengar seorang gubernur, apalagi walikota/bupati yang ditegur presiden melalui Mendagri karena tak menjalankan tugas pokoknya sebagai kepala daerah sesuai UU No.32 Tahun 2004.

Padahal walikota yang menyibukkan diri dengan urusannya sendiri dan meninggalkan tugasnya pokoknya, yang seharusnya pantas dipecat, tak pernah ditegur gubernur atau presiden. Inilah kenapa perbaikan kehidupan, perlindungan dan pelayanan pemerintahan terhadap rakyat makin sulit diwujudkan.(*)

2 Balasan ke Pemerintahan Sebatang Tebu

  1. Rozi mengatakan:

    Batua…om Rasid…
    dari : rozi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: