Rakyat Diantara Cicak dan Buaya

Refleksi Haluan 28 September 2009

Oleh H. Fachrul Rasyid HF

Saling tuduh antara KPK dan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji yang disebutnya sebagai cicak melawan dan buaya, tampaknya cukup menarik diikuti. Sebelumnya  KPK melontarkan pernyataan akan mengkaji keterlibatan Susno Duaji dalam kasus Bank Century. Yaitu dugaan membantu pencairan dana nasabah Bank Century atas nama Budi Sampurno senilai 18 juta dollar AS. Untuk upaya itu Susno konon mendapat fee 10% atau senilai Rp 10 miliar.

Selain membantah tuduhan itu, Susno balik menduduh tiga unsur pimpinan KPK menyalahgunakan wewenang, mengeluarkan surat pembatalan pencekalan yang membuat kaburnya tersangka karupsi Ari Anggoro yang sedang diusut KPK dalam kasus korupsi Sistem Komunikasi Radio Terpadu. Tuduhan itu diikuti pemeriksaan Kepala Biro Hukum KPK, Khaidir Ramli, Wakil Ketua Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah,  Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto oleh penyidik polisi.

Chandra M. Hamzah sendiri dalam sebuah wawancara dengan Metro TV mengungkapkan bahwa surat yang dimaksud bukan berasal dari KPK. Surat itu adalah surat palsu dan sudah dilaporkan ke Mabes Polri.

Siapa yang benar diantara kedua perseteru, belum jelas. Pejabat KPK masih terus diusut. Sebaliknya Tim Pengacara KPK melaporkan Susno ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan minta agar segera menyidangkan Susno. Menurut Ahmad Rifa’i, seorang Tim Pengacara KPK, polisi mencari-cari kesalahan, dari penyuapan jadi penyalahgunaan wewenang dan memaksakan penyidikan. Ia minta Mabes Polri membentuk tim kode etik untuk menyidangkan Susno dan penyidikan pimpinan KPK segera dihentikan.

Adnan Buyung Nasution, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden malah mendesak pemerintah/Kapolri segera memberhentikan Susno. Katanya, seharusnya Kapolri langsung bertindak Susno diduga terlibat dalam kasus Bank Century dan menerima suap hingga akhirnya dilakukan penyadapan terhadapnya.

Buyung menilai Kapolri telah membiarkan persoalan ‘Cicak vs Buaya’ terus beranak pinak ke arah pelemahan KPK. “Kenapa Susno dibiarkan seolah menjalankan skenario untuk membalas dendam. Kan ada pemikiran seperti itu di masyarakat,” tutur Buyung usai mengikuti pertemuan Tim Lima di Hotel Borobudur, Jumat(25/9).

Mengesankan, memang, pertarungan itu. Soalnya, Polri dan KPK adalah dua lembaga tinggi negara yang dipercaya memberantas tindak kejahatan. Jika salah satunya cicak berarti telah terjadi pengkerdilan terhadap lembaga yang di depan negara dan di mata hukum sama besarnya. Bukankah ini mengisyaratkan adanya trial by force, unjuk kekuatan/ kekuasaan terhadap lembaga negara yang lain. Padahal istilah buaya itu sendiri sama berkonotasi negatif buat Polri.

Tapi boleh jadi kasus itu aktualisasi dari apa yang terjadi dimasyarakat selama ini. Bila terhadap KPK yang berada di bawah Presiden bisa diandalkan force, tentu rakyat atau pejabat yang jauh dari Presiden tak bernyali menghadapi penyalahgunaan kekuasaan/ kewenangan  itu?

Karena itulah asal ada laporan, isu atau surat kaleng sekalipun, orang bisa dipanggil, diperiksa dan bahkan ditahan berhari-hari sampai berminggu-minggu. Lalu, dibebaskan dengan berbagai persyaratan. Kalau pun perkaranya diteruskan, karena dakwaan tak duduk, terdakwa dibebaskan. Tak ada imbalan/ sanksi hukum atas perlakuan seperti itu.

Wajarlah jika kini muncul gagasan agar negara segera membentuk Lembaga Perlindungan Rakyat dari penyalahgunaan kekuasaan. Jika tidak dikhawatirkan rakyat menempun caranya sendiri. Gejalanya sudah terlihat pada kasus penyerbuan atau demostrasi ke bebarapa Polsek dan Polres, Kejari dan Kejati. Jika pemerintah tak arif, boleh jadi persoalan yang kini sekelas cicak kelak bisa menjadi buaya. Jika gelombang aksi rakyat seperti itu tertiup angin, ia bisa berubah jadi badai.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: