Padang – Pekanbaru Segera Dihubungkan Jalan Tol

Oleh H. Fachrul Rasyid HF

Dinilai pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat di bawah Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat priode 2005-2010 Gamawan Fauzi dan Marlis Rahman (GAMA) cukup menggembirakan, Pemerintah melalui  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto memutuskan untuk membangun jalan tol Padang –Pekanbaru, dimulai tahun 2014.

Kepastian pembangunan jalan tol tersebut dituangkan dalam  Surat Keputusan Menteri PU No. 631/KPTS/M/2009 tanggal 31 Desember 2009. Surat keputusan tersebut diterima Dinas Kimpraswil dan Tarkim Sumatera Barat 18 Maret lalu.

Sebetulnya rencana jalan tol Padang- Bukittingi- Pekanbaru sudah ditetapkan sejak 2008 silam sebagai jari-jari jalan tol lintas Sumatera. Namun kepastiannya diperoleh setelah studi kelayakannya rampung dikerjakan Korea Selatan Agustus 2009 lalu. Berdasarkan itu Rapat Kerja Gubernur se-Sumatera 21 Desember 2009 lalu langsung merekomendasikan agar tiap daerah yang akan dilalui jalan tol Sumatera itu ini segera membebaskan lahan yang diperlukan.

Mengapa Menteri PU memprioritaskan jalan tol  Padang-Pekanbaru, bukan provinsi lain? Tak lain karena pemerintah melihat perekonomian rakyat Sumatera Barat akan jauh lebih baik apabila pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan itu  juga bisa ditingkatkan. Peluang pasar itu ada di provinsi Riau dan daerah-daerah sepanjang Selat Melaka yang menjadi kawasan perdagangan internasional. ”Jalan tol ini jelas akan berdampak luas terhadap perekonomian Sumatera Barat. Tak hanya akan memperlancar pemasaran produk pertanian tapi juga pariwisata, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menjadi andalan Sumatera Barat,” ujar Gubernur Marlis Rahman.

Sebetulnya Pemda Sumatera Barat melalui Ir. Dodi Ruswan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman, terus berusaha meningkatkan kualitas jalan yang  ada  bahkan membangun jalan baru untuk memperlancar arus kendaraan, termasuk angkutan Semen Padang ke Riau. Dimulai dengan perlebaran jalan dan  jembatan, perbaikan tikungan  dan tanjakan jalur utama Padang-Bukittinggi – Pekanbaru. Termasuk dalam kegiatan ini pembangunan jembatan layang Kelok  Sembilan sepanjang 4,4 kilometer dengan biaya lebih Rp 250 milyar.

Maklum, arus lalulintas dari dan ke Sumatera Barat terus meningkat. Menurut penelitian Dinas Prasara Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Sumatera Barat tahun 2002, di hari-hari biasa sekitar  6.800 unit dan di hari libur sekitar 1.350 unit kendaraan melintasi Kelok Sembilan.  Sekitar 28,5 juta ton barang Sumatera Barat, lebih dari 50% adalah hasil pertanian peternakan, dan sekitar 15,8 juta orang setahun melintas di sana.

Kini diperkirakan lebih 2.000 kendaraan tiap hari melintasi jalan Bukittinggi-Pekanbaru itu. Sekitar 2 juta orang dan sekitar 30 juta ton baran hasil pertanian, peternakan perikanan dan perkebunan, diangkut setiap tahun melintasi jalur ini.(*)

2 Balasan ke Padang – Pekanbaru Segera Dihubungkan Jalan Tol

  1. abbode mengatakan:

    Mudah2an Jalur Tol Padang Pekanbaru ini bisa selesai dalam waktu singkat. Disamping menghubungan Padang dengan Pekanbarus ebagai New Economic Boosting City di Sumatera, jalur ini juga akan menghubungkan SUMBAR dengan 2 rencana jalur besar, yaitu Tol Trans Sumatera dan (apabila jembatan Selat Malaka dan Selat Sunda terealisasi)Tol Trans ASEAN.
    Tapi, pantai barat dengan Teluk Bayur sebagai pintu utama Sisi Barat Indonesia harus tetap berbenah. Amien

  2. AUGI mengatakan:

    Asslm.Wr.Wb.

    Semoga Jalan Tol Padang-Bukit Tinggi-Pekan Baru segera dibebaskan tanahnya dengan penggantian yang saling menguntungkan, mengingat pembuatan jalan Tol 2014.

    Bila kita perhatikan jalan tol Johor – Malaka – Putra Jaya – KL tampaknya pengusaha Malaysia sudah berhasil membangun prasarana jalan yang didukung Industri Mobil Proton didukung jaringan superkoridor serat optik telekomunikasi.

    Perlu diperhatikan jalan Tanah Putih – Dumai, perlu diperlebar dan pembangunan pelabuhan laut perdagangan, penumpang dan barang antara Pelabuhan Dumai – Malaka.

    Mengingat banyak keturunan Minangkabau yang makmur di Malaysia. Nama Pekan Baru terdapat pula di Malaysia, antara lain:
    Pekan Baru, Batu Maung, Pulau Pinang(dekat Pinang Internasional Airport).
    Pekan Baru, Parit Buntar, Perak, Malaysia
    Sistem irigasi dan drainase padi (Parit Buntar)
    Pekan Baru Changlun, Kedah Malaysia.

    Potensi perdagangan dan transportasi laut antar bangsa merupakan kekuatan Melayu di masa lalu, perlu dilestarikan dengan galangan kapal yang maju, Kapal Cadik Modern, Trimaran. Potensi transportasi udara penumpang pariwisata dan pendidikan menjadi alternatif yang menjanjikan karena penghematan waktu tempuh menjadi keunggulan di masa mendatang.

    Mengenai jembatan tol Rupat-Malaka, saya kurang setuju bila jembatan-jembatan di Provinsi Riau masih ada jembatan-jembatan kayu, belum diganti semuannya dengan jembatan beton. Lebih baik perbaikan Pelabuhan Laut Dumai yang modern setara Pelabuhan Malaka. Dari segi spiritual air laut itu suci, bisa digunakan untuk berwudlu. Menurut hemat saya biaya Jembatan Tol terlalu mahal, bisa menjadi prioritas terakhir bila sudah benar-benar makmur antar bangsa.

    Wass.Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: