Harapan Lima Tahun ke Depan

Refleksi Haluan Senin 16 Agustus 2010
Oleh H. Fachrul Rasyid HF

Pada 15 Agustus lima tahun lalu Gamawan Fauzi dan Marlis Rahman dilantik jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Kemarin, tepat lima tahun kemudian, 15 Agustus 2010, Irwan Prayitno dan Muslim Kasim dilantik untuk jabatan yang sama. Meski secara personal telah terjadi pergantian kepemimpinan di Sumatera Barat namun pasti cita-cita dan harapan rakyat provinsi ini untuk hidup lebih baik tentulah belum berubah. Bahkan mungkin terus dikukuhkan.

Paling tidak hal itu bisa dicermati dari tema kampanye dan pernyataan Irwan Prayitno di hari-hari sebelum pelantikan, misalnya saat silaturramhi dengan Korp Alumni HMI di Hotel Pangeran Jumat malam lalu. Irwan menyatakan selain melanjutkan apa yang baik yang telah diperbuat gubernur terdahulu juga akan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Sikap itu tentu saja sangat beralasan. Sumatera Barat, sebagaimana juga daerah lain yang berada di bibir Samudera Indonesia, selain miskin sumber daya alam juga terabaikan dalam kebijakan pembangunan nasional. Tak heran jika wilayah sepanjang Samudera Indonesia itu menjadi daerah kantong-kantong kemiskinan. Di samping itu, entah karena nasib dan takdir atau karena ada rekayasa dunia, wilayah ini pun tak putus dirundung bencana alam seperti gempa.

Maka setelah krisis ekonomi 1997 Sumatera Barat terus menggeliat menggapai harapan untuk hidup lebih baik. Pada masa kepemimpin Gubernur Gamawan misalnya, dilakukan tiga hal secara beriringan. Pertama membangun pertanian, perkebunan dan peternakan sehingga daerah ini mampu mencapai produksi padi dari 1,6 juta ton menjadi 2,2 juta ton. Hasil sayur mayur pun terus melimpah.

Program penanaman kakao selama lima tahun terakhir terbukti mampu mengganti pendapatan petani yang telah lama hilang dari pohon cengkih yang musnah. Buktinya, tahun 2005 produksi kakao masih sekitar 14.068 ton, tahun 2009 meningkat 42.000 ton. Nilainya ekspor pun meningkat dari 3.384.583,14 US$ tahun 2005 meningkat jadi US$ 80 juta tahun 2009. Selain perkebunan sawit dan jagung Sumatera Barat kini sedang menuju swasembada daging.

Kedua, Gubernur Gamawan kemudian dilanjutkan Gubernur Marlis Rahman pun berusaha membangun infrastruktur, seperti irigasi, embung dan chekdam sebagai penunjang utama pembangunan pertanian.

Menyadari kondisi dan posisi Sumatera Barat di kawasan pantai Barat yang tak menguntungkan, maka terus diupayakan peningakatan empat jalur jalan raya ke arah pantai Timur. Selain jalur utama Bukittinggi Pekanbaru dengan pembangunan jalan dan jembatan Kelok Sembilan, kini dibangun jalan raya dari Rao- Rokan, Kiliran Jao-Teluk Kuantan (Riau) dan Dharmasraya – Jambi.

Dampak ekonomi peningkatan fungsi jalan raya ke arah Riau dan Jambi itu tak hanya dirasakan rakyat Sumatera Barat tapi juga oleh Pemerintah Pusat. Karena itu, sesuai SK Menteri PU No. 631/KPTS/M/2009 tanggal 31 Desember 2009, ditetapkan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru- Dumai sepanjang 600 kilometer. Jalan tol ini merupakan jari-jari jalan tol Lintas Sumatera yang akan dibangunan mulai tahun 2014. Resikonya, memang, Kota Padang akan semakin jauh dari lalulintas dan mobilitas ekonomi perdagangan. Untuk pembinaan langsung usaha rakyat kecil, Pemda Sumatera Barat selama ini juga memberikan modal usaha bagi pedagang kaki lima dan pedagang asongan.

Ketiga, pembangunan SDM. Selain melalui pemberian bantuan bagi siswa berprestasi dan tak mampu memasuki lima perguruan tinggi paforit di Indonesia juga ada bantuan bagi penyelesaian studi S2 dan S3. Kemudian sepanjang tahun sejak 2006 lampau dilakukan pencerahan dan penataran bagi guru-guru mengaji dari surau dan masjid dari nagari-nagari, pemuka dan pengurus lembaga adat dan agama, penataran dan pemberian asuransi bagi da’i/mubaligh pemberian honor bagi imam masjid kecamatan.

Berangkat dari indikator tersebut, jika semua pihak kemudian diajak dan memberikan dukungannya, tentulah tak sulit bagi pasangan Irwan Prayitno Muslim Kasim akan mewujudkan misi dan visinya untuk membangun Sumatera Barat ke arah yang lebih baik. Jika belajar dari sejarah, kita pun percaya Sumatera Barat bisa mengalami kemajuan yang lebih baik di masa yang akan datang.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: