Agenda Wisata Menyambut Hari Raya

Pos Metro Opini 3 September 2010

Oleh H. Fachrul Rasyid HF

Hari Raya Idul Fitiri tinggal sepekan lagi. Pengalaman bertahun-tahun menunjukkan tiap musim lebaran kota wisata seperti Bukittinggi, Padangpanjang, Batusangkar dan Sawahlunto  dikerumuni pengunjung. Saat itu lazimnya kota-kota tersebut jadi sembrawut. Jalanannya macet.Pasar penuh sesak. Dan korban kecelakaan dan kejahatan pun berjatuhan.

Kota Bukittinggi misalnya, di musim liburan lebaran selalu jadi sarang kemacetan. Setiap ruas jalan masuk dan keluar kota, apalagi di dalam kota, dipenuhi kendaran. Keadaan itu diperburuk  prilaku pengunjung yang memarkir kendarannya di sembarangan tempat. Bahkan ada diantaranya yang tidur di pinggir jalan. Akibatnya Bukittinggi- Padangpanjang yang cuma 15 kilometer harus ditempuh 3 hingga 5 jam.

Kota Padangpanjang pun demikian. Jalan raya Silaing yang berampingan dengan objek wisata dan Lembah Anai sering tersumbat sehingga Padang Panjang-Padang harus ditempuh 7 sampai 9 jam. Pengalaman selama ini, banyak kendaraan dari dan ke Kota Padang beralih ke jalan Sitinjau Laut yang rawan kecelakaan melintasi pinggir Danau Singkarak, Solok yang juga sering mengalami kemacetan.

Maka, belajar dari pengalaman selama ini seharusnya setiap Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata masing-masing menyiapkan agenda wisata di setiap kotanya dari sekarang. Agenda itu, antara lain bagaimana merencakana arus lalu lintas kendaraan, melempangkan jalan pada pasar-pasar tumpah, dan penertiban parkir truk, bus dan kendaraan pribadi sehingga tak mengundang kemacetan. Lalu, disiapkan pula siapa mengatur apa di sepanjang jalan-jalan yang selama ini jadi biang kemacetan itu.

Agenda berikutnya tentu mengatur pengunjung di objek wisata termasuk pasar yang menjadi pusat-pusat keramaian. Arus lalu lintas, tempat parkir, tempat berjualan di lokasi itu ditata dan dipersiapkan dengan baik. Tak kalah penting adalah mempersiapkan pertunjukkan kesenian yang akan digelar. Dengan demikian musim lebaran kali ini dan seterusnya bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta memberikan keuntungan bagi penduduk penduduk kota setempat.

Di atas semua itu suatu hal penting yang perlu diwaspadai adalah menyiapkan personil yang memadai untuk menjaga dan mengamakan objek-objek wisata dari  kemungkinan terjadinya perbuatan berbau maksiat di objek-objek wisata itu sehingga musim liburan setelah puasa Ramadhan itu tak berubah jadi musim berbuat dosa dan bencana. Jika hal itu bisa dihindari tentu adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah bisa diaktualisasikan sampai ke objek wisata.

Tapi, meski lebaran tinggal sepekan belum terdengar adanya agenda dimaksud.  Baik dalam bentuk iklan atau pengumuman melalui media massa maupun selebaran-selebaran. Dinas Pariwisata tiap kota/kabupaten tampaknya masih adem ayem. Bahkan Pejabat Dinas Pariwisata Tanah Datar, meski rajin menulis  di koran-koran namun belum menyinggung soal itu. Tampaknya yang  bersangkutan lebih tertarik mencermati persoalan politik ketimbang mengurus wisata

Kini, selagi waktu masih ada, sebaiknya Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan instansi terakit mempersiapkan agenda petunjukan di tiap objek wisata, merencanakan pengamanan dan pengaturan lalulintas, mempersiapkan pengamanan jalan raya dan pengunjung sehingga pengalaman buruk tiap musim libur lebaran tak terulang lagi.

Inilah kesempatan bagi para walikota menunjukkan kemampuan dan kepemimpinannya di depan masyarakat. Jika berhasil, berarti para walikota/bupati mengalami kemajuan yang cukup berarti.  Dan, kemajuan itu mestinya segera terwujudkan. Sebab, orang buta saja tak mau tertarung di batu yang sama. Padahal para walikota/ bupati bukanlah orang-orang buta, bukan?(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: