Setelah 10 Wartawan Lolos Uji Kompetensi

Oleh H. Fachrul Rasyid HF

Ini kabar gembira buat insan pers, pemerintaha daerah dan masyarakat Sumbar. Sepuluh wartawan senior anggota PWI Sumbar, Kamis (26/1) lalu dinyatakan lulus dalam Uji Kompe­tensi Wartawan (UKW) yang d­ise­leng­garakan oleh Dewan Pers di kantor PWI Jaya Jl Suryopranoto Jakarta, demikian diberitakan Haluan Jumat 27 Januari lalu.

Mereka adalah  Khairul Jasmi (Pemred Harian Singgalang) Eko Yanche Edrie (Wapemred Harian Haluan) Heranof Firdaus (Kasubsi Ulasan Berita dan Dokumentasi RRI Padang) Sukri Umar (Wakil Pemim­pin Umum Harian Pagi Padang Ekspres) Fadril Aziz Isnaini (Pe­mim­pin Redaksi Mingguan Media Sumbar), Widya Navies (Redaktur Pelaksana Harian Sing­ga­lang) Nita Indrawati Arifin (Pemimpin Redaksi Padang­media. com) Amirudin (Wakil Ketua PWI Sumatera Barat), Naswardi (Wakil Bendahara PWI Sumbar) dan John Edwar Rhony (Redaktur Pelaksana Harian Koran Padang).

Kenapa kabar ini perlu disambut gembira? Pertama, karena hal ini merupakan jawaban terhadap “kegelisahan” masyarakat pada kenyataan beragam sikap dan   prilaku serta karya wartawan sejak era reformasi yang kemudian mengundang munculnya tututan perlunya standarisasi dan uji kompetensi wartawan.

Kedua, kesepuluhnya adalah wartawan senior yang secara fungsional memegang kendali manajemen redaksi dan operasional wartawan yang tentunya akan sangat mempengaruhi sikap dan kepedulian (sensitifitas) serta mutu karya jurnalistik di masa yang akan datang sesuai dengan prinsip-prinsip yang diamanahkan UU No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Wartawan Indonesia.

Ketiga, mengingat kesepuluhnya berhasil melewati mata ujian; Mengevaluasi Rencana Liputan, Menentukan Bahan Liputan Layak Siar, Mengarahkan Liputan Inves­tigasi, Menulis Opini/Tajuk Ren­cana, Kebijakan Rubrikasi, Simulasi Rapat Pimpinan/Rapat Redaksi dan Unjuk Kebolehan Membangun Jejaringan,  tentulah diharapkan masing-masingnya dapat melahirkan tulisan-tulisan yang kritis, tajam proporsional, profesional dan berimbang sehingga dapat jadi bahan rujukan bagi masyarakat dan jadi contoh bagi wartawan yunior.

Keempat, mengingat kesepuluhnya adalah wartawan yang senior secara fungsional maupun profesional, tentulah PWI Sumbar akan memiliki cukup sumber daya manusia untuk melaksanakan pelatihan dan pembinaan wartawan r sehingga dalam waktu yang tak terlalu lama semua wartawan di bawah PWI memenuhi persyaratan dan standar kompetensi wartawan Indonesia. Setidaknya, saya selaku orang yang dipercaya menjaga gawang Program Peningkatan Kompetensi Waratwan PWI Sumbar, jelas akan punya banyak “pasukan” dalam meningkatkan komepetnsi wartawan tersebut.

Karena itulah, setelah sepuluh wartawan senior Sumbar tersebut lolos uji kompetensi, selain perlu disambut gembira juga jadi taruhan harapan masyarakat. Masyarakat jelas ingin cepat melihat sejauh mana pengaruhnya pada produk media di Sumbar ke depan. Harapan itu jelas sebuah keinginan yang ril dan wajar. Sebab, siapapun, wartawan atau apalagi pejabat dan akademisi, apapun tingkat pendidikan dan ujian yang dilewatinya nilai akhirnya tetap saja dilihat pada kepeduliannya terhadap masyarakat dan pada karya-karya yang dilahirkannya kemudian. (*)

Refleksi Haluan Senin 30 Januari 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: