Benteng Iman itu Ekonomi

Komentar Singgalang Jumat 2 November 2012

Oleh Fachrul Rasyid HF

Kalimat yang menyatakan bahwa ajaran agama adalah untuk kehidupan di dunia, mungkin dianggap terlalu fulgar, dan jarang terdengar diucapkan. Namun kalau kandungan Alqur’an didalami secara seksama, hal itu adalah benar adanya dan tak perlu diperdebatkan apalagi dibantah.

Lima rukun Islam : mengucapkan dua kalimat syahadat, sholat lima waktu,melaksanakan ibadah puasa, membayar zakat, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, berlaku dan diperuntukan bagi orang yang hidup di dunia.

Begitu juga enam rukun iman: Iman kepada Allah (percaya, patuh dan taat kepada Allah, ajaran dan hukum-hukumNYA. Iman kepada malaikat-malaikat Allah (mengetahui dan percaya akan keberadaan kekuasaan dan kebesaran Allah di alam semesta) Iman kepada kitab Allah (melaksanakan ajaran kitab Allah Al-Qur’an). Iman kepada rasul-rasul Allah (percaya dan mengikuti/ mencontoh  perjuangan dan prilaku para Nabi dan Rasul). Iman kepada hari kiamat ( pecaya dan meyakini bahwa setiap perbuatan akan dibalasi/diimbali kelak di akhirat). Iman kepada Qada dan Qadar (percaya pada keputusan serta kepastian yang ditentukan Allah pada alam semesta ini).

Tuntunan dan hukum (syariat) tentang kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang diturunkan Allah SWT berupa ayat-ayat Alquran berlaku bagi orang yang hidup di dunia. Setiap awal ayat Alqur’an yang dimulai dengan kalimat Yaayyuhannas, Yaayuuhallazina amanu, dan seterusnya ditujukan kepada orang yang hidup di dunia.

Karena itu Nabi Muhmmad SAW menegaskan,” Apabila telah meninggal (mati) anak cucu Adam (manusia yang beriman) putus amalannya (hak dan kewajibannya) kecuali tiga. Yaitu, doa anak yang sholeh, sadakah jariah (bermanfaat berkelanjutan) dan ilmu yang bermanfaat (berguna bagi kemasalahan/ kebaikan umat).

Lantas bagaimana dengan hari kiamat dan alam akhirat salah satu yang diimani? Hari akhirat adalah kehidupan untuk menerima imbalan atau balasan dari apa saja yang diperbuat selama didunia. Dan, itu sesuai record (rekaman), rapor (nilai) dan report (laporan) tentang amal baik dan buruk, pahala dan dosa yang dikumpulkan malaikat selama seseorang menjalani kehidupan. Atau nilai dari tingkat aplikasi Rukun Islam dan Rukun Iman serta ketentuan yang digariskan Allah dalam Alqur’an dan hadits Nabi Mumammad SAW.

Orang yang beriman, selain melaksanakan sholat lima waktu dan melaksanakan puasa dengan benar tidak mungkin berzakat, apalagi menunaikan ibadah haji, jika secara ekonomi ia tak mampu. Kemampuan itu, baik karena keterampilan, karena usaha pertanian, peternakan atau usaha dagang dan idustri. Artinya, seorang muslim akan mampu menenuhi kewajiban dasar agama kalau secara ekonomi ia juga berkemampuan. Bila mampu memenuhi kewajiban dasar itu secara maksimal tentulah imbalan yang diperoleh kelak di akhirat akan maksimal juga.

Untuk bisa memenuhi kewaijban agama secara baik itulah setiap muslim selain terus berusaha sekuat tenaga memenuhi tuntutan amal dan ibadah yang diperintahkan, juga dianjurkan Allah agar berdoa bagi kebaikan di dunia dan akhirat. (rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanan). Singkat kata, jika hidup didunia sudah baik-baik tentulah diakhirat kelak mendapat balasan yang baik pula. Begitu juga sebaliknya.

Nabi Muhammd SAW pun mengingatkan bagaimana pentingnya dunia, tanpa mengabaikan imbalan di akhirat itu. Kata beliau,” berbuatlah (bekerja keras) untuk kehidupan di dunia ini seolah kamu hidup selama-lamanya. Dan, berbuatlah (di dunia ini) untuk akhiratmu (kelak) seolah kamu akan mati besok pagi”. Artinya, kerja keras di dunia ini harus selalu mempertimbangkan resiko dan imbalan sertta pembalasan di akhirat kelak.

Dengan demikian  tidak ada dikotomi, pembeadaan kepentingan kehidupan di dunia dan kepentingan hidup di akhirat. Bahkan bisa disimpulkan kehidupan di dunia ( yang mengikuti  ajaran Allah dan Rasukl secara baik) adalah awal dari kehidupan di akhirat yang baik.

Dakwah Salah Kaprah

Sayang, materi dakwah yang disampaikan di berbagai forum jamaah cenderung membedakan bahwa agama (Islam) dengan segala ajarannya hanya untuk kehidupan akhirat. Nyaris tak pernah terdengar dai atau mubaligh bahkan guru besar sekalipun di sekitar kita yang memberikan wawasan tentang bagaimana mestinya kaum muslimin membangun kehidupan (ekonomi) di dunia supaya kewajiban dasarnya juga terpenuhi.

Pemahaman amal dan ibdah bahkan cenderung disamakan sehingga akhirnya seolah hidup kaum muslimin itu hanya untuk beribadah (sholat, puasa, zakat, dan berhaji). Padahal pengertian amilussholihat (amal yang baik) adalah bekerja dan berusaha untuk memenuhi kehidupan diri dan keluarga serta memberikan kebaikan kepada orang lain. Baik di bidang ekonomi, politik, budaya, sosial atau bidang lainnya tanpa melangar  syariat Islam.

Dampak dakwah yang salah kaprah itu dalam masyarakat cukup luas. Antara lain, seolah orang yang baik itu hanya yang rajin ke masjid, meski kebutuhan keluarganya terabaikan. Seolah orang baik itu hanya orang yang suka bersedekah, berkurban dan berzikir. Pengusaha, pedagang, kalangan pabrikan dilihat sebelah mata. Padahal Islam berkembang justru di tangan para pengusaha, pedagang dan saudagar itu. Merekalah yang banyak menyumbangkan dana pembangunan madrasah dan masjid. Mereka juga mengucurkan zakat, menyantuni anak yatim bahkan beasiswa bagi anak tak mampu.

Kini sudah selayaknya pendekatan dan materi dakwah itu diubah kearah yang memberikan pencerahan kehidupan ekonomi dan sosial budaya. Sebab, hadits yang mengatakan bahwa kefakiran (status ekonomi) mendekatkan orang pada kekafiran (status keimanan), menjadi bukti bahwa benteng iman itu sesungguhnya adalah ekonomi. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: